Dalam upaya membangun generasi muda yang cinta damai dan berwawasan kebangsaan, Densus 88 menggelar kegiatan sosialisasi tentang pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan tenaga pendidik mengenai bahaya paham-paham yang dapat mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.


Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa intoleransi merupakan sikap tidak menghargai perbedaan, baik dalam hal agama, suku, budaya, maupun pandangan. Jika dibiarkan, sikap ini dapat berkembang menjadi radikalisme, yaitu paham yang menginginkan perubahan secara ekstrem dan sering kali menghalalkan kekerasan. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki sikap terbuka, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan.


Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri penyebaran paham radikalisme, terutama melalui media sosial. Siswa diajak untuk lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada kebencian, serta mampu melakukan klarifikasi terhadap berita yang belum tentu benar. Literasi digital menjadi salah satu kunci penting dalam menangkal pengaruh negatif tersebut.


Kegiatan sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran sekolah sebagai lingkungan yang aman dan inklusif. Guru dan siswa diharapkan dapat bekerja sama menciptakan suasana belajar yang nyaman, saling menghargai, serta mampu mendeteksi dini adanya potensi penyimpangan perilaku yang mengarah pada radikalisme. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi benteng awal dalam menjaga generasi muda dari pengaruh yang merusak.
Kepala SMA Negeri 19 Pekanbaru, Agusmir, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk edukasi penting bagi generasi muda. Beliau menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, serta semangat persatuan di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta berperan aktif dalam mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Semangat kebangsaan dan cinta tanah air harus terus ditanamkan agar generasi muda mampu menjadi agen perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Tim Humit (Humas dan IT) SMA Negeri 19 Pekanbaru


